Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kesehatan

I'm Sorry Goodbye Surabaya. Thanks!

2 hari lagi InsyaAllah aku akan segera meninggalkanmu Kota yang menurutku mengajarkanku banyak sekali hal dan hikmah Mulai dari masa bimbel, kuliah, dan kerja Di saat2 pertama aku takut sekali saat berada di sini Walaupun ada saudara kandungku Aku menangis saat ditinggal mama pulang Sekarang aku malah tak mau pergi rasanya dari sini Apalagi ada kakakku Saat skenario kami harus berubah lagi, menuju ibukota Di kota ini aku merasakan 2x jatuh cinta, pacaran, patah hati... Kemudian harus bangkit dan move on demi masa depanku Berat memang, tapi aku berhasil melewatinya Surabaya, terima kasih atas segala kerasmu, tantanganmu, keberhasilanmu di kotamu ini aku berhasil meraih gelar Sarjanaku berhasil mencari uang sendiri belajar mandiri dan percaya diri menemukan cinta yang selama ini kucari Terima kasih telah melatih hati dan mentalku Sebelum aku ke Jakarta, kota yang selama ini aku hindari Semoga aku berhasil menaklukkan ibukota yang terkenal jauh lebih keras darimu Titi...

SEDIKIT TENTANG PENGANTAR GIZI MASYARAKAT

Di Indonesia, masalah gizi dapat terjadi pada 3 golongan, yaitu berdasarkan : sebaran kelompok umur, sebaran geografis, dan musim. Selain itu masalah gizi dapat disebabkan oleh 3 faktor yaitu genetik, lingkungan, faktor sosio budaya Untuk mengatasinya dapat dilakukan intervensi baik secara individu maupun kelompok, dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Dalam menyoroti masalah gizi di masyarakat, harus tahu penyebab, akibat, dan bagaimana penanggulangannya. Masalah gizi di masyarakat yang kita bahas kali ini adalah Kekurangan Energi Protein (KEP) atau Protein Energy Malnutrition (PEM). KEP merupakan keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energy dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan. Dari bagan Model UNICEF tentang gizi kurang yang telah dijelaskan Bu Triska, kita dapat mengetahui : Akar penyebab : factor social ekonomi, politik, dsb. Penyebab masalah pokok : masalah gender, kurangnya pemberdaya...

SERAT, ZAT GIZI YANG TERLUPAKAN

Apa saja zat gizi yang Anda ketahui? Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Mungkin itu yang akan Anda sebutkan. Namun tahukah Anda, ada zat gizi yang tak kalah penting dari semua yang telah disebutkan di atas. Zat gizi tersebut adalah serat. Serat sebenarnya tersusun dari karbohidrat kompleks yang ada di dalam bahan makanan nabati. Serat merupakan zat gizi yang memiliki kaya manfaat bagi tubuh. Beberapa manfaatnya adalah dapat mencegah kanker usus besar, karena serat mempercepat lewatnya makanan di dalam saluran pencernaan sehingga memperpendek waktu transit dan mencegah paparan bahan penyebab kanker pada pencernaan. Kemudian bisa mengatasi susah buang air besar. Serat dapat menjaga kadar air dalam saluran pencernaan. Oleh karena itu, serat dapat membantu memperlunak konsistensi tinja, sehingga mudah dikeluarkan dan membantu mengatasi susah buang air besar. Selain itu, serat juga membantu metabolisme lemak sehingga menurunkan kadar kolesterol darah dan gula darah. Se...

POLA PEMBERIAN ASI DAN MAKANAN PADAT PADA BAYI

Anda seorang ibu yang sedang punya anak bayi atau balita? Jika ya, perhatikan lah selalu pertumbuhan dan perkembangannya, karena merupakan fase yang memerlukan gizi yang cukup untuk bisa tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas. Pola pemberian ASI dan pengenalan makanan padat kepada mereka harus benar-benar diperhatikan. Selain itu, kesehatan dan kecukupan gizi si ibu sendiri juga tak boleh diremehkan. Karena pada masa bayi semua asupan gizi diperoleh dari ibu melalui ASI. Tentu Anda pernah mendengar istilah ASI eksklusif. ASI eksklusif adalah pemberian ASI dari ibu kepada bayinya tanpa makanan pendamping atau makanan tambahan apapun. ASI eksklusif dianjurkan diberikan kepada bayi selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai umur 2 tahun. Kenapa 6 bulan? Karena pada usia itu, enzim pencernaan si bayi baru terbentuk sempurna. Tapi apa kenyataannya di masyarakat? Bayi yang masih berusia 1 bulan, sudah diberi air putih, susu formula atau bahkan pisang yang dilumatkan. Kasihan sekali si bayi ini. Dia...

PERMASALAHAN KEP (KEKURANGAN ENERGI PROTEIN) PADA BALITA DI INDONESIA

Istilah KEP mungkin terdengar asing di telinga Anda. KEP (Kekurangan Energi Protein) merupakan kekurangan gizi yang terjadi pada anak yang kurang mendapat masukan makanan bergizi, atau asupan kalori dan proteinnya kurang dalam jangka waktu yang lama. Mungkin Anda lebih mengenalnya dengan gizi buruk. Sampai saat ini KEP masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Terutama pada penduduk yang tinggal di daerah terpencil, seperti di daerah NTT, yang terkadang tidak memiliki cukup bahan pangan untuk mereka. KEP ini banyak terjadi pada bayi dan balita yang daya tahan tubuhnya masih rendah serta perlu banyak nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya, Penyebab KEP pada balita secara garis besar ada dua, yaitu kekurangan konsumsi zat gizi protein / kalori dan penyakit infeksi yang tidak kunjung sembuh. Dari dua penyebab ini, akar permasalahan sebenarnya adalah kemiskinan. Keluarga yang miskin belum tentu mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, apalagi memikirkan terpenuhiny...

MEWASPADAI SKOLIOSIS PADA ANAK

Pernahkah anda mendengar istilah skoliosis? Mungkin terdengar asing di telinga anda, tetapi ada di sekeliling kita. Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang yang abnormal ke arah samping, ke kiri atau ke kanan. Tidak menimbulkan rasa sakit, namun bisa menurunkan rasa percaya diri seseorang. Hal dikarenakan bentuk tulang belakang penderita skoliosis tidak seperti orang normal lainnya. Perbedaan itu akan terlihat, saat seseorang berjalan, duduk, dan dari sikap ia berdiri. Penyebab dari skoliosis antara lain faktor keturunan, kondisi otot yang buruk akibat penyakit tertentu, dan penyebab lain yang tidak diketahui. Biasanya anak perempuan lebih sering terkena daripada anak laki-laki. Pertumbuhan merupakan faktor risiko terbesar terhadap memburuknya pembengkokan tulang belakang. Faktor risiko lain yang bisa memperburuk skoliosis adalah usia dan sudut kelengkungan. Semakin muda usia munculnya skoliosis, semakin besar kemungkinan menjadi lebih parah, sebab waktu perkembangan skoliosis j...