Langsung ke konten utama

Be Greenpeace's DDC

"Hello Bapak Ibu, boleh minta dukungannya untuk Greenpeace?" Mungkin kalimat itu yang paling sering saya ucapkan selama 2 bulan terakhir ini :) Ya sejak awal Desember 2012 saya resmi bergabung dengan NGO Greenpeace sebagai Direct Dialogue Campaigner (DDC) atau terkadang disebut Street Fundraiser. Tugas saya sebagai DDC adalah menyapa orang, kampanye tentang penyelamatan lingkungan, dan mengajak masyarakat untuk menjadi suporter Greenpeace. Awalnya saya merasa canggung dengan pekerjaan ini karena saya termasuk pemalu. Bayangkan berdiri di public area dan menyapa orang yang tidak dikenal, bukankah itu cukup sulit? Tapi lama kelamaan saya terbiasa dengan hal tersebut. Banyak pengalaman yang bisa diambil dalam pekerjaan ini. Saya bisa berkenalan dengan berbagai tipe orang, jadi lebih berani, dan bahkan bisa berbicara dengan bule. It's amazing experience for me!

Komentar

SERENITY mengatakan…
tentang GP..
tentang sebuah pekerjaan
tentang bagaimana galaunya menjalaninya
tentang setiap keresahan yg ada didalamnya
namun akhirnya
lepas dan beralih menjadi admin..
wkwk
SERENITY mengatakan…
setidaknya kita berlima pernah ada dalam sebuah potongan kisah hidup,
meski hanya sesaat,
meski tak terasa telah lewat
namun yg pasti,,
telah dijalani yg kan menjadi nostalgia nantinya
move on...!
Windi mengatakan…
walah ternyata sampean banyak komen mas minha hehehe... q jarang buka blog, kalo keinget aja wkwk...

iya nih sudah jadi nostalgia, keep kontak pokoknya sm semua :)

ps : aq udah move on kq ^^

Postingan populer dari blog ini

SUPPLY DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Di semester 7 ini, saya mendapat tugas kuliah yang spesial, benar-benar susah untuk mencari referensinya. Semua buku referensi berbahasa Inggris dan harus benar-benar dimengerti terlebih dahulu. Tugas tersebut pada mata kuliah Ekonomi Kesehatan. Alhamdulillah setelah berusaha mencari di berbagai sumber, kelompok saya bisa menyelesaikan tugas tersebut meski tidak sampai 15 hal (padahal makalah). Namun bagi saya, tidak masalah berapa jumlah halaman, yang penting isinya dapat dimengerti oleh pembaca. Sengaja sedikit saya share isi tugas saya di sini, semoga bisa menambah referensi pembaca yang kesulitan mencari bahan supply pelayanan kesehatan. Special Thanks to Ibu Thinni sebagai dosen pembimbing mata kuliah ini, teman-teman 1 kelompok Ekokes.. Zahwa, Riznha, Suloy, Arif, Nana, Ncep, Galih, Hari, dan Anggi :D Supply dalam pelayanan kesehatan adalah penyediaan pelayanan kesehatan yang disampaikan kepada individu oleh kombinasi tenaga pelayanan kesehatan (seperti dokter, perawat, tekn...

Resensi Buku River's Note

Judul Buku : River’s Note                                                            Pengarang  : Fauzan Mukrim Penerbit     : Noura Books Tebal          : xii + 255 halaman Cetakan      : Pertama, April 2012 “River, sejak kutahu kau akan lahir ke dunia, aku mencoba mengingat kembali pelajaran-pelajaran kecil, tetapi berharga, yang mungkin tercecer atau terlupa. Kutemukan semua dari hal luar biasa sampai yang sederhana. Lalu kusiapkan semua kisah ini untukmu agar kau bisa mengingatnya sebagai pelajaran hidup.   Kau akan tahu ada orang yang bisa bahagia dengan hidup yang serba kurang. Kau akan percaya ada orang yang rela m...

KOS GENTENG IJO

Setahun sudah aku di kos genteng ijo itu. Kos pertamaku di jakarta. Ah aku tak mengerti kenapa keadaan harus memaksaku pindah. Aku bukan tipe orang yang suka berdinamika alias pindah2 kos. Tapi keadaan lah yang memaksaku begini. Di kos itu hari demi hari, malam demi malam aku lalui. Banyak suka duka di kos itu bersama kakak juga. Tangis, tawa, senyum, gurat kesedihan membuatku kuat bertahan di sini dan akhirnya aku sudah merasa nyaman dengan kos genteng ijo bak rumahku sendiri. Tapi apa dayaku, aku harus pindah karena kos itu akan direnovasi. Sabtu lalu dengan setengah hati aku mencari kos baru bersama kakak. Betapa susahnya menemukan kos baru yang sesuai dengan tipeku. Satu per satu dari belakang pom depkes, belakang perbanas, sampai pedurenan masjid kami cek satu per satu. Tapi tak ada yang menarik hatiku. Hatiku memang masih tertancap di kos genteng ijo. Sampai saat kami merasa sudah putus asa. Kami memasuki kos yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari kosku genteng ijo. Jujur s...