Langsung ke konten utama

MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI TWITTER



Siapa yang tidak mengenal twitter? Situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc. tersebut memang sedang mendunia. Situs ini menawarkan jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets) dalam 140 karakter. Saat ini dapat dikatakan semua kalangan memiliki akun twitter, tua muda, laki-laki perempuan, wakil rakyat, artis maupun orang biasa. Bahkan ada orang yang sebenarnya belum paham mengenai penggunaan twitter rela membuat akun twitter agar tidak dianggap kuno dan ketinggalan jaman oleh teman-temannya. 

Jumlah pengguna twitter di Indonesia saja saat ini mencapai 30 juta dan sekitar 2 juta aktif “berkicau” setiap harinya. Pengguna twitter yang aktif suka nge-tweet setiap hari, baik tentang berita, sekedar me-retweet, berbalas mention dengan teman, bahkan sampai curhat masalah pribadi.

Akhir-akhir ini ada tweets yang menarik perhatian saya saat telah mem-follow beberapa akun. Akun-akun tersebut nge-tweet mengenai suatu topik, bisa mengenai pendalaman agama, pengetahuan umum, pemberian motivasi, resep masakan bahkan sampai cara mendidik anak dengan baik. Mereka menyebutnya dengan kultweets atau kuliah tweets. Mungkin sebagian pembaca ada yang belum familiar dengan istilah tersebut. Jadi mereka nge-tweet secara berkelanjutan dan biasanya pada awal tweet diberi keterangan 1/10. Itu menandakan tweet pertama mereka dari 10 tweet mengenai topik tersebut. Ada juga yang memberikan nomor saja untuk setiap tweet mereka atau bahkan langsung nge-tweet namun tetap berkelanjutan.

Hampir setiap hari kultweets selalu memenuhi timeline saya. Namun, percaya atau tidak dengan membaca kultweets, saya merasakan manfaat positif dari twitter. Sesuatu yang sebelumnya tidak saya ketahui dengan mudah saya pelajari dari twitter. Mungkin karena membaca tweet tersebut dengan santai dan tak ada tekanan. Memang saya suka stalking beberapa akun twitter yang memberikan pengetahuan positif saat sedang senggang dan beristirahat.

Dari pengalaman tersebut, saya berpikir alangkah menyenangkan apabila para siswa ataupun mahasiswa dapat belajar materi pelajaran maupun perkuliahan dari twitter. Namun, hal ini jelas membutuhkan kerjasama dan kemampuan “melek teknologi” dari para guru dan dosen. Saya yakin dengan tweet 140 karakter dan bahasa yang mudah dipahami dari pengajar, mereka dapat memahami materi dengan baik dan dengan cara yang tidak membosankan.

Bapak Ibu guru dan dosen pasti mengetahui para siswa dan mahasiswa jaman sekarang sangat berbeda. Mereka menyebut belajar dengan membiarkan buku pelajaran terbuka, namun tangan dan mata mereka sibuk dengan ponselnya. Jadi bukankah media pembelajaran melalui twitter bisa menjadi solusi untuk peningkatan kualitas generasi masa depan bangsa ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUPPLY DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Di semester 7 ini, saya mendapat tugas kuliah yang spesial, benar-benar susah untuk mencari referensinya. Semua buku referensi berbahasa Inggris dan harus benar-benar dimengerti terlebih dahulu. Tugas tersebut pada mata kuliah Ekonomi Kesehatan. Alhamdulillah setelah berusaha mencari di berbagai sumber, kelompok saya bisa menyelesaikan tugas tersebut meski tidak sampai 15 hal (padahal makalah). Namun bagi saya, tidak masalah berapa jumlah halaman, yang penting isinya dapat dimengerti oleh pembaca. Sengaja sedikit saya share isi tugas saya di sini, semoga bisa menambah referensi pembaca yang kesulitan mencari bahan supply pelayanan kesehatan. Special Thanks to Ibu Thinni sebagai dosen pembimbing mata kuliah ini, teman-teman 1 kelompok Ekokes.. Zahwa, Riznha, Suloy, Arif, Nana, Ncep, Galih, Hari, dan Anggi :D Supply dalam pelayanan kesehatan adalah penyediaan pelayanan kesehatan yang disampaikan kepada individu oleh kombinasi tenaga pelayanan kesehatan (seperti dokter, perawat, tekn...

Resensi Buku River's Note

Judul Buku : River’s Note                                                            Pengarang  : Fauzan Mukrim Penerbit     : Noura Books Tebal          : xii + 255 halaman Cetakan      : Pertama, April 2012 “River, sejak kutahu kau akan lahir ke dunia, aku mencoba mengingat kembali pelajaran-pelajaran kecil, tetapi berharga, yang mungkin tercecer atau terlupa. Kutemukan semua dari hal luar biasa sampai yang sederhana. Lalu kusiapkan semua kisah ini untukmu agar kau bisa mengingatnya sebagai pelajaran hidup.   Kau akan tahu ada orang yang bisa bahagia dengan hidup yang serba kurang. Kau akan percaya ada orang yang rela m...

KOS GENTENG IJO

Setahun sudah aku di kos genteng ijo itu. Kos pertamaku di jakarta. Ah aku tak mengerti kenapa keadaan harus memaksaku pindah. Aku bukan tipe orang yang suka berdinamika alias pindah2 kos. Tapi keadaan lah yang memaksaku begini. Di kos itu hari demi hari, malam demi malam aku lalui. Banyak suka duka di kos itu bersama kakak juga. Tangis, tawa, senyum, gurat kesedihan membuatku kuat bertahan di sini dan akhirnya aku sudah merasa nyaman dengan kos genteng ijo bak rumahku sendiri. Tapi apa dayaku, aku harus pindah karena kos itu akan direnovasi. Sabtu lalu dengan setengah hati aku mencari kos baru bersama kakak. Betapa susahnya menemukan kos baru yang sesuai dengan tipeku. Satu per satu dari belakang pom depkes, belakang perbanas, sampai pedurenan masjid kami cek satu per satu. Tapi tak ada yang menarik hatiku. Hatiku memang masih tertancap di kos genteng ijo. Sampai saat kami merasa sudah putus asa. Kami memasuki kos yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari kosku genteng ijo. Jujur s...