Langsung ke konten utama

GADIS DENGAN WAJAH SENDU



malam itu, aku adalah makhluk yang paling gelisah, mencoba memejamkan mataku sejenak untuk mengusir kepenatan namun sama sekali tidak bisa, yang nampak adalah raut gelisah di wajahku menunggu waktu malam yang mulai larut, bagaimana tidak, malam itu menjelang aku berangkat ke sebuah kota menemui gadis yang selalu menampakkan wajah sendu di depanku. kutahu aku amat sangat mencintainya, bahkan dalam beberapa episode hari-hari ku selalu dipenuhi dengan wajahnya yang sendu dan sedikit malu-malu. malam menggelayut bersama semilir angin yang menusuk sampai ke tulang rusukku, tepatnya pukul 01.00, namun sama sekali tidak menyurutkan niatku melaju dengan motorku menuju ke terminal di kota tempatku bekerja. sejenak kemudian, aku menitipkan motorku dan mencari tumpangan menuju kota kediaman gadis berwajah sendu. sejam menunggu kendaraan, barulah ada yang sudi mengangkutku, langkahku segera menaiki bis sugeng rahayu dengan berbagai perasaan yang berkecamuk menjemput gadis itu. di dalam bis, kuterawang jiwa-jiwa yang sedang terlelap dalam mimpi mereka masing-masing, hanya ada kondektur yang mondar-mandir. kurebahkan diriku di kursi sudut belakang untuk memberi hak kepada tubuhku beristirahat sejenak.

tak terasa, malam mulai berlalu diusir kedatangan mentari yang menyegarkan pagi ini. akhirnya aku sampai juga di terminal bungurasih yang sudah sangat akrab denganku. aku istirahat sejenak melepas lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari perbatasan provinsi ini. aku menunggu pagi di terminal ini. tepat pukul 06.00, aku beranjak ke kota di tempat yang kami sepakati bersama. ternyata aku sampai duluan. tidak lama menunggu di sebuah halte depan mall, gadis manis dengan wajah sendu datang menghampiriku dengan wajah yang malu-malu. tersungging senyum dari bibir tipisnya setelah melihat keberadaanku. kami berdua melepas rindu yang semakin memuncak di halte tersebut. tak banyak kata yang terlontar dari bibir kami namun diam itu punya 1001 makna atas pertemuan kami dengan disaksikan halte yang diam membisu.

kami beranjak dari halte tersebut menuju ke taman kota. berbocengan dengannya membuatku semakin terenyuh dalam romansa kasih yang tak terlukiskan. dia memijiti punggungku yang terasa amat pegal dengan jemarinya, kutahu kekuatannya tak mampu memulihkan pegalku namun dengan perasaan sayangnya, itu lebih dari sebuah kekuatan apapaun. dia diam namun punya hati untukku, aku yakin itu. kami mengitari setiap sudut kota ini. kugenggam tangannya penuh kasih. dia menurutiku dan tetap membuat tangannya erat di jemariku.tak sedikit pun kubiarkan jemarinya lepas dari genggamanku. dia hanya diam dengan rasa kasihnya terhadapku, akupun bahagia akan hal itu.

setiap sudut kota ini menjadi bukti bahwa rasa cintaku menyatu dalam rasa cintanya. berlari menghitung awan yang berarakan di atas sana kemudian mengukir kisah kami di lembaran hari itu. sampai akhirnya waktu membuyarkan kebersamaan kami saat itu. waktu seakan tak kenal kompromi dengan dua insan yang sedang menikmati romansa kasihnya. mentari pun dengan teganya mulai bersembunyi di ufuk barat yang mengharuskanku harus melepaskan genggamanku dari jemarinya yang mungil. dia menemaniku sampai batas kota ini yang telah bercerita akan kisah kerinduan kami hari itu. sebelum benar-benar berpisah darinya, kuajak gadis itu menemaniku makan di sebuah warung yang sangat kuakrabi saat masih menetap di kota ini. kami makan berdua, momen yang tidak bisa kulupakan adalah dia menyuapiku tiga kali. aku tak tahu dia terpaksa melakukannya atau apapun namun aku sangat bahagia saat itu. dia menyuapiku dengan tangannya, tangan mungil yang hanya bisa kupandangi sejak dulu.

akhirnya kami benar-benar berpisah.....
DIA gadis berwajah sendu
yang diamnya bermakna kasih
aku merindunya
dalam setiap harihari yang kulewati
dan gadis berwajah sendu itu adalah
windi..
luv U so bad, girl...!

Nb..maaf hanya singkat, lain waktu kita ukir kisah yang lebih panjang lagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUPPLY DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Di semester 7 ini, saya mendapat tugas kuliah yang spesial, benar-benar susah untuk mencari referensinya. Semua buku referensi berbahasa Inggris dan harus benar-benar dimengerti terlebih dahulu. Tugas tersebut pada mata kuliah Ekonomi Kesehatan. Alhamdulillah setelah berusaha mencari di berbagai sumber, kelompok saya bisa menyelesaikan tugas tersebut meski tidak sampai 15 hal (padahal makalah). Namun bagi saya, tidak masalah berapa jumlah halaman, yang penting isinya dapat dimengerti oleh pembaca. Sengaja sedikit saya share isi tugas saya di sini, semoga bisa menambah referensi pembaca yang kesulitan mencari bahan supply pelayanan kesehatan. Special Thanks to Ibu Thinni sebagai dosen pembimbing mata kuliah ini, teman-teman 1 kelompok Ekokes.. Zahwa, Riznha, Suloy, Arif, Nana, Ncep, Galih, Hari, dan Anggi :D Supply dalam pelayanan kesehatan adalah penyediaan pelayanan kesehatan yang disampaikan kepada individu oleh kombinasi tenaga pelayanan kesehatan (seperti dokter, perawat, tekn...

Resensi Buku River's Note

Judul Buku : River’s Note                                                            Pengarang  : Fauzan Mukrim Penerbit     : Noura Books Tebal          : xii + 255 halaman Cetakan      : Pertama, April 2012 “River, sejak kutahu kau akan lahir ke dunia, aku mencoba mengingat kembali pelajaran-pelajaran kecil, tetapi berharga, yang mungkin tercecer atau terlupa. Kutemukan semua dari hal luar biasa sampai yang sederhana. Lalu kusiapkan semua kisah ini untukmu agar kau bisa mengingatnya sebagai pelajaran hidup.   Kau akan tahu ada orang yang bisa bahagia dengan hidup yang serba kurang. Kau akan percaya ada orang yang rela m...

KOS GENTENG IJO

Setahun sudah aku di kos genteng ijo itu. Kos pertamaku di jakarta. Ah aku tak mengerti kenapa keadaan harus memaksaku pindah. Aku bukan tipe orang yang suka berdinamika alias pindah2 kos. Tapi keadaan lah yang memaksaku begini. Di kos itu hari demi hari, malam demi malam aku lalui. Banyak suka duka di kos itu bersama kakak juga. Tangis, tawa, senyum, gurat kesedihan membuatku kuat bertahan di sini dan akhirnya aku sudah merasa nyaman dengan kos genteng ijo bak rumahku sendiri. Tapi apa dayaku, aku harus pindah karena kos itu akan direnovasi. Sabtu lalu dengan setengah hati aku mencari kos baru bersama kakak. Betapa susahnya menemukan kos baru yang sesuai dengan tipeku. Satu per satu dari belakang pom depkes, belakang perbanas, sampai pedurenan masjid kami cek satu per satu. Tapi tak ada yang menarik hatiku. Hatiku memang masih tertancap di kos genteng ijo. Sampai saat kami merasa sudah putus asa. Kami memasuki kos yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari kosku genteng ijo. Jujur s...