Langsung ke konten utama

APA SAJA TENTANGMU

sepertinya katakataku untuk menulis tentangmu tak pernah habis. ada saja hal yang ingin kutulis tentang dirimu, kalau saja orang menganggap bahwa ketika insan jatuh hati maka tak ada lagi kata-kata yang bisa diia ucapkan untuk menggambarkan perasaan cintanya namun berbeda denganku, setiap kata dan setiap momen yang kita lewati selalu saja kuukir dalam barisan tintaku untuuk menjadi kenangan kita suatu saat nanti. mungkin hanya inilah yang bisa kulakukan untuk mengabadikan setiap jejak kita meniti kebersamaan yang indah. aku tak mau setitik pun terlewatkan tanpa mengabadikannya yang suatu saat nanti akan kita kenang bersama. aku sangat ingin engkau juga menulis banyak tentangku namun aku tak kuasa memaksamu untuk menulis karena kekhawatiranku membuatmu sedih dan kesedihanmu lebih menyedihkanku.

sebentar lagi waktu akan membawaku kembali ke kampungku. entah apa perasaanmu ketika aku tidak kembali lagi ke kotamu, mungkin saja engkau sedih namun mungkin juga engkau merasa biasa-biasa saja. namun itu terserah tentang perasaanmu namun yang perlu engkau tahu tentang perasaanku ketika akan kembali ke kampungku adalah ada hasrat untuk membawamu serta namun kusadar belum waktunya, namun sekali lagi itu mauku karena mungkin juga engkau menolak menemaniku ke kotaku. aku tak sudi meninggalkanmu di kota ini, terlalu indah untuk melepaskan semua kenangan yang engkau camkan dalam hari-hariku saat berada di kotamu.

aku akan pulang, yah seminggu lagi aku akan pulang dan entah aku akan kembali atau cerita lain membuatku tidak kembali namun jika engkau menginginkanku untuk kembali maka semua energi akan membawaku kembali ke kotamu, namun sekali lagi jika engkau tidak terlalu menginginkankku untuk kembali maka mungkin saja aku terbang ke kota seberang.

waktu,
sebentar lagi dia membawaku pulang
menuntunku berjalan menjauh darimu
sesekali terasa sesak mengingat kita sebentar lagi berpisah
yah, sebentar lagi waktu memisahkan kita
mungkin saja waktu tak mempertemukan kita
atau bahkan menjauhkan kita
walau kutahu itu perih untukku
entahlah untukmu.


Min.Br

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUPPLY DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Di semester 7 ini, saya mendapat tugas kuliah yang spesial, benar-benar susah untuk mencari referensinya. Semua buku referensi berbahasa Inggris dan harus benar-benar dimengerti terlebih dahulu. Tugas tersebut pada mata kuliah Ekonomi Kesehatan. Alhamdulillah setelah berusaha mencari di berbagai sumber, kelompok saya bisa menyelesaikan tugas tersebut meski tidak sampai 15 hal (padahal makalah). Namun bagi saya, tidak masalah berapa jumlah halaman, yang penting isinya dapat dimengerti oleh pembaca. Sengaja sedikit saya share isi tugas saya di sini, semoga bisa menambah referensi pembaca yang kesulitan mencari bahan supply pelayanan kesehatan. Special Thanks to Ibu Thinni sebagai dosen pembimbing mata kuliah ini, teman-teman 1 kelompok Ekokes.. Zahwa, Riznha, Suloy, Arif, Nana, Ncep, Galih, Hari, dan Anggi :D Supply dalam pelayanan kesehatan adalah penyediaan pelayanan kesehatan yang disampaikan kepada individu oleh kombinasi tenaga pelayanan kesehatan (seperti dokter, perawat, tekn...

Resensi Buku River's Note

Judul Buku : River’s Note                                                            Pengarang  : Fauzan Mukrim Penerbit     : Noura Books Tebal          : xii + 255 halaman Cetakan      : Pertama, April 2012 “River, sejak kutahu kau akan lahir ke dunia, aku mencoba mengingat kembali pelajaran-pelajaran kecil, tetapi berharga, yang mungkin tercecer atau terlupa. Kutemukan semua dari hal luar biasa sampai yang sederhana. Lalu kusiapkan semua kisah ini untukmu agar kau bisa mengingatnya sebagai pelajaran hidup.   Kau akan tahu ada orang yang bisa bahagia dengan hidup yang serba kurang. Kau akan percaya ada orang yang rela m...

KOS GENTENG IJO

Setahun sudah aku di kos genteng ijo itu. Kos pertamaku di jakarta. Ah aku tak mengerti kenapa keadaan harus memaksaku pindah. Aku bukan tipe orang yang suka berdinamika alias pindah2 kos. Tapi keadaan lah yang memaksaku begini. Di kos itu hari demi hari, malam demi malam aku lalui. Banyak suka duka di kos itu bersama kakak juga. Tangis, tawa, senyum, gurat kesedihan membuatku kuat bertahan di sini dan akhirnya aku sudah merasa nyaman dengan kos genteng ijo bak rumahku sendiri. Tapi apa dayaku, aku harus pindah karena kos itu akan direnovasi. Sabtu lalu dengan setengah hati aku mencari kos baru bersama kakak. Betapa susahnya menemukan kos baru yang sesuai dengan tipeku. Satu per satu dari belakang pom depkes, belakang perbanas, sampai pedurenan masjid kami cek satu per satu. Tapi tak ada yang menarik hatiku. Hatiku memang masih tertancap di kos genteng ijo. Sampai saat kami merasa sudah putus asa. Kami memasuki kos yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari kosku genteng ijo. Jujur s...