Langsung ke konten utama

AWAL KEDEKATAN KITA

Pertama kali bertemu denganmu adalah hal yg tak terduga
perawakanmu yg diam dan serius membuatku sedikit takut
namun lama kemudian aku mengenalmu menjadi sosok teman yg baik
meskipun aku masih sungkan bicara denganmu
seperti dengan kebanyakan teman cowok lain

Hari2 berlalu aku semakin terbiasa bicara denganmu
sebagai teman ya.. hanya teman dan rekan kerja
hingga suatu waktu aku tak bisa lagi menatap matamu
aku tahu saat itu.. hatiku mulai luluh denganmu

Sejak hari itu saat ada kamu jantungku berdebar
Waktu demi waktu bertemu kamu slalu kutunggu
Aku slalu semangat jika ada kamu
kadang aku mencuri pandang padamu
singkat kata dan kusimpulkan aku naksir kamu

Namun terjadilah perpisahan itu
kau akan pergi ke ngawi dekat dgn kotaku
sdgkan aku tetap bekerja di surabaya
kau pun mencoba mendekati temanku
aku pun mahfum..

sejak tau akan hal itu aku mencoba berdamai
akan rasaku padamu
bila waktu yg lalu aku berjuang mati2an
Dan bisa dibilang memaksa kalau aku naksir seseorang
kini aku mencoba mengikhlaskanmu

sekali aku menitikkan air mata untukmu
Tepat stelah kau mengembalikan motorku
mengejar temanku utk berkenalan
Sejak itu aku berjanji aku takkan memaksakan perasaanku

Tetapi aku rasa takdir berkata lain
kau sudah pergi ke ngawi
namun kau mulai berusaha tetap berkomunikasi denganku
Fb dan blog sering kita bahas

hingga kau kembali main ke sby
mengajakku dan mb azizah utk bertemu
saat itulah kita bertemu kembali
dan rasaku padamu sudah nothing to lose
namun aku merasa kita bisa jd lebih akrab

tak jauh setelah itu
kau sering berkirim pesan padaku
aku berusaha biasa saja
tak lagi geer dan menebak2 apa kau sdg mendekatiku
sampai akhirnya kau jujur akan perasaanmu

Antara ragu, tak percaya dan senang
andai saja aku masih punya sms itu
aku ingin membacanya sekali lagi

Cerita awal kedekatan kita ini selalu kuingat
ingin kutulis lagi dan lagi
karena dari rasa nothing to lose itu aku bisa
aku bisa bersamamu.. menemukanmu..
belahan jiwaku♥

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUPPLY DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Di semester 7 ini, saya mendapat tugas kuliah yang spesial, benar-benar susah untuk mencari referensinya. Semua buku referensi berbahasa Inggris dan harus benar-benar dimengerti terlebih dahulu. Tugas tersebut pada mata kuliah Ekonomi Kesehatan. Alhamdulillah setelah berusaha mencari di berbagai sumber, kelompok saya bisa menyelesaikan tugas tersebut meski tidak sampai 15 hal (padahal makalah). Namun bagi saya, tidak masalah berapa jumlah halaman, yang penting isinya dapat dimengerti oleh pembaca. Sengaja sedikit saya share isi tugas saya di sini, semoga bisa menambah referensi pembaca yang kesulitan mencari bahan supply pelayanan kesehatan. Special Thanks to Ibu Thinni sebagai dosen pembimbing mata kuliah ini, teman-teman 1 kelompok Ekokes.. Zahwa, Riznha, Suloy, Arif, Nana, Ncep, Galih, Hari, dan Anggi :D Supply dalam pelayanan kesehatan adalah penyediaan pelayanan kesehatan yang disampaikan kepada individu oleh kombinasi tenaga pelayanan kesehatan (seperti dokter, perawat, tekn...

Resensi Buku River's Note

Judul Buku : River’s Note                                                            Pengarang  : Fauzan Mukrim Penerbit     : Noura Books Tebal          : xii + 255 halaman Cetakan      : Pertama, April 2012 “River, sejak kutahu kau akan lahir ke dunia, aku mencoba mengingat kembali pelajaran-pelajaran kecil, tetapi berharga, yang mungkin tercecer atau terlupa. Kutemukan semua dari hal luar biasa sampai yang sederhana. Lalu kusiapkan semua kisah ini untukmu agar kau bisa mengingatnya sebagai pelajaran hidup.   Kau akan tahu ada orang yang bisa bahagia dengan hidup yang serba kurang. Kau akan percaya ada orang yang rela m...

KOS GENTENG IJO

Setahun sudah aku di kos genteng ijo itu. Kos pertamaku di jakarta. Ah aku tak mengerti kenapa keadaan harus memaksaku pindah. Aku bukan tipe orang yang suka berdinamika alias pindah2 kos. Tapi keadaan lah yang memaksaku begini. Di kos itu hari demi hari, malam demi malam aku lalui. Banyak suka duka di kos itu bersama kakak juga. Tangis, tawa, senyum, gurat kesedihan membuatku kuat bertahan di sini dan akhirnya aku sudah merasa nyaman dengan kos genteng ijo bak rumahku sendiri. Tapi apa dayaku, aku harus pindah karena kos itu akan direnovasi. Sabtu lalu dengan setengah hati aku mencari kos baru bersama kakak. Betapa susahnya menemukan kos baru yang sesuai dengan tipeku. Satu per satu dari belakang pom depkes, belakang perbanas, sampai pedurenan masjid kami cek satu per satu. Tapi tak ada yang menarik hatiku. Hatiku memang masih tertancap di kos genteng ijo. Sampai saat kami merasa sudah putus asa. Kami memasuki kos yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari kosku genteng ijo. Jujur s...