Langsung ke konten utama

Hanya Ingin Bernostalgia

Bulan yang sama dengan tahun yang berbeda. Ya, Desember tahun ini dan tahun lalu sangatlah berbeda. Tahun lalu aku harus bekerja sebagai layaknya seorang spg. Berdiri berjam-jam di tempat umum, mal, toko buku. Membuang rasa malu dan seganku. Menyapa banyak orang dan berusaha ramah dengan mereka. Aku merasa hampir seluruh waktuku diambil pekerjaan ini karena sistem kerjanya secara shift. Jika aku dapat shift pagi tetap saja sore menjelang malam aku baru sampai di kos. Jika dapat shift sore, setengah sebelas malam aku baru bisa sukses membaringkan tubuhku di atas kasur kamarku. Kadang aku menitikkan air mata sendiri karena aku sangat lelah dengan pekerjaan itu.

Namun, aku sangat... sangat bersyukur bisa merasakan pekerjaanku setahun lalu tersebut. Aku bisa mengenal teman-teman baru dari berbagai latar belakang yang berbeda. Kini bahkan salah satunya menjadi orang terdekatku. Mungkin dengan bekerja di tempat itu adalah jalanku bisa bertemu dengan belahan jiwaku. Bahkan aku merasa ajaib. Bagaimana mungkin aku dulu bisa nekat mengambil pekerjaan itu. Kadang aku berpikir aku bisa seberani itu ya berdiri di tempat umum dan menyapa banyak orang. Mungkin itulah kehendak-Nya.

Kini, bulan ini, tahun ini aku bekerja di kampus. Sangat berbanding terbalik dengan pekerjaanku setahun lalu. Di sini aku seringkali waktuku dihabiskan duduk, mengetik, dan menghadap komputer. Tidak terlalu lelah. Tidak banyak tekanan dan aku merasa nyaman. Aku masih punya waktu luang. Syukur alhamdulillah, Allah mengabulkan doaku.

2014 will be coming soon
Maybe i will get new better job
Maybe i still at campus
Who knows?
I will accept whatever the decision, God :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUPPLY DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Di semester 7 ini, saya mendapat tugas kuliah yang spesial, benar-benar susah untuk mencari referensinya. Semua buku referensi berbahasa Inggris dan harus benar-benar dimengerti terlebih dahulu. Tugas tersebut pada mata kuliah Ekonomi Kesehatan. Alhamdulillah setelah berusaha mencari di berbagai sumber, kelompok saya bisa menyelesaikan tugas tersebut meski tidak sampai 15 hal (padahal makalah). Namun bagi saya, tidak masalah berapa jumlah halaman, yang penting isinya dapat dimengerti oleh pembaca. Sengaja sedikit saya share isi tugas saya di sini, semoga bisa menambah referensi pembaca yang kesulitan mencari bahan supply pelayanan kesehatan. Special Thanks to Ibu Thinni sebagai dosen pembimbing mata kuliah ini, teman-teman 1 kelompok Ekokes.. Zahwa, Riznha, Suloy, Arif, Nana, Ncep, Galih, Hari, dan Anggi :D Supply dalam pelayanan kesehatan adalah penyediaan pelayanan kesehatan yang disampaikan kepada individu oleh kombinasi tenaga pelayanan kesehatan (seperti dokter, perawat, tekn...

Resensi Buku River's Note

Judul Buku : River’s Note                                                            Pengarang  : Fauzan Mukrim Penerbit     : Noura Books Tebal          : xii + 255 halaman Cetakan      : Pertama, April 2012 “River, sejak kutahu kau akan lahir ke dunia, aku mencoba mengingat kembali pelajaran-pelajaran kecil, tetapi berharga, yang mungkin tercecer atau terlupa. Kutemukan semua dari hal luar biasa sampai yang sederhana. Lalu kusiapkan semua kisah ini untukmu agar kau bisa mengingatnya sebagai pelajaran hidup.   Kau akan tahu ada orang yang bisa bahagia dengan hidup yang serba kurang. Kau akan percaya ada orang yang rela m...

KOS GENTENG IJO

Setahun sudah aku di kos genteng ijo itu. Kos pertamaku di jakarta. Ah aku tak mengerti kenapa keadaan harus memaksaku pindah. Aku bukan tipe orang yang suka berdinamika alias pindah2 kos. Tapi keadaan lah yang memaksaku begini. Di kos itu hari demi hari, malam demi malam aku lalui. Banyak suka duka di kos itu bersama kakak juga. Tangis, tawa, senyum, gurat kesedihan membuatku kuat bertahan di sini dan akhirnya aku sudah merasa nyaman dengan kos genteng ijo bak rumahku sendiri. Tapi apa dayaku, aku harus pindah karena kos itu akan direnovasi. Sabtu lalu dengan setengah hati aku mencari kos baru bersama kakak. Betapa susahnya menemukan kos baru yang sesuai dengan tipeku. Satu per satu dari belakang pom depkes, belakang perbanas, sampai pedurenan masjid kami cek satu per satu. Tapi tak ada yang menarik hatiku. Hatiku memang masih tertancap di kos genteng ijo. Sampai saat kami merasa sudah putus asa. Kami memasuki kos yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari kosku genteng ijo. Jujur s...