Langsung ke konten utama

THIS RINGS

Cincin ini, tidak seperti yang kalian bayangkan tentang cincin dari emas atau bahkan kalian berpikir tentang cincin dari berlian. itu terlalu mahal buat kami. cincin ini bahkan terbuat dari perak atau besi biasa yang kami beli di sudut alun-alun kota ini. suatu senja saat melepas hari yang amat terik, kami memutuskan menghabiskan senja mengitari kota yang sebentar lagi akan kami tinggalkan demi melangkahkan jejak kehidupan yang selanjutnya yang mungkin saja akan kami arungi di ibu kota. tempat yang sebelumnya tidak masuk dalam daftar tempat huni kami namun ternyata selalu saja pikiran tak sejalan dengan skenario langit. kami harus melanjutkan cerita hidup di ibu kota.
kok malah ngelantur kemana-mana ya. Kembalo ke cincin. Mungkin saja ini bukan pertanda kami sudah tunangan namun lebih dari itu, kami saling menyematkan cincin di jari manis sebelah kanan sebagai pertanda kami tidak akan saling meninggalkan bahkan ini yang akan mengikat tali cinta kami.
cincin yang dibeli di saat senja menua menghampiri bumi dengan seberkas cahaya yang menguning di ufuk barat.
this rings was engaged us
entah setelah ini, cerita kami akan berlanjut kemana, namun yang pasti selalu saja kami memupuk harapan dalam hati agar supaya suatu saat kami benarbenar bersatu dalam ikatan pernikahan yang halal. Citacita luhur yang selalu kami panjatkan kepada Langit saat kebersamaan kami dan berharap pula semesta menundukkan kepala lalu mengamini harapanharapan kami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUPPLY DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Di semester 7 ini, saya mendapat tugas kuliah yang spesial, benar-benar susah untuk mencari referensinya. Semua buku referensi berbahasa Inggris dan harus benar-benar dimengerti terlebih dahulu. Tugas tersebut pada mata kuliah Ekonomi Kesehatan. Alhamdulillah setelah berusaha mencari di berbagai sumber, kelompok saya bisa menyelesaikan tugas tersebut meski tidak sampai 15 hal (padahal makalah). Namun bagi saya, tidak masalah berapa jumlah halaman, yang penting isinya dapat dimengerti oleh pembaca. Sengaja sedikit saya share isi tugas saya di sini, semoga bisa menambah referensi pembaca yang kesulitan mencari bahan supply pelayanan kesehatan. Special Thanks to Ibu Thinni sebagai dosen pembimbing mata kuliah ini, teman-teman 1 kelompok Ekokes.. Zahwa, Riznha, Suloy, Arif, Nana, Ncep, Galih, Hari, dan Anggi :D Supply dalam pelayanan kesehatan adalah penyediaan pelayanan kesehatan yang disampaikan kepada individu oleh kombinasi tenaga pelayanan kesehatan (seperti dokter, perawat, tekn...

Resensi Buku River's Note

Judul Buku : River’s Note                                                            Pengarang  : Fauzan Mukrim Penerbit     : Noura Books Tebal          : xii + 255 halaman Cetakan      : Pertama, April 2012 “River, sejak kutahu kau akan lahir ke dunia, aku mencoba mengingat kembali pelajaran-pelajaran kecil, tetapi berharga, yang mungkin tercecer atau terlupa. Kutemukan semua dari hal luar biasa sampai yang sederhana. Lalu kusiapkan semua kisah ini untukmu agar kau bisa mengingatnya sebagai pelajaran hidup.   Kau akan tahu ada orang yang bisa bahagia dengan hidup yang serba kurang. Kau akan percaya ada orang yang rela m...

KOS GENTENG IJO

Setahun sudah aku di kos genteng ijo itu. Kos pertamaku di jakarta. Ah aku tak mengerti kenapa keadaan harus memaksaku pindah. Aku bukan tipe orang yang suka berdinamika alias pindah2 kos. Tapi keadaan lah yang memaksaku begini. Di kos itu hari demi hari, malam demi malam aku lalui. Banyak suka duka di kos itu bersama kakak juga. Tangis, tawa, senyum, gurat kesedihan membuatku kuat bertahan di sini dan akhirnya aku sudah merasa nyaman dengan kos genteng ijo bak rumahku sendiri. Tapi apa dayaku, aku harus pindah karena kos itu akan direnovasi. Sabtu lalu dengan setengah hati aku mencari kos baru bersama kakak. Betapa susahnya menemukan kos baru yang sesuai dengan tipeku. Satu per satu dari belakang pom depkes, belakang perbanas, sampai pedurenan masjid kami cek satu per satu. Tapi tak ada yang menarik hatiku. Hatiku memang masih tertancap di kos genteng ijo. Sampai saat kami merasa sudah putus asa. Kami memasuki kos yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari kosku genteng ijo. Jujur s...