Langsung ke konten utama

PERHATIAN KECILMU

Akhir-akhir ini saat berdua aku jauh lebih sering memperhatikanmu (meski dari dulu juga sudah sering hehe..) ada hal kecil yang jarang kau lakukan saat kita masih di surabaya ataupun madiun. Hal yang sederhana tapi mengena di hatiku hehe.. (lebay) Kamu sering memotong kecil2 makananku yang masih panas seolah kau tahu apa yang aku tak bisa. Sekali.. dua kali.. aku tak menyadari.. namun ketiga kalinya aku jadi merasa sangat kau perhatikan.. makasih sayang.. Kamu memang tau aku susah memegang makanan yg masih panas dan lebih memilih nanti kalau sudah agak dingin baru kupotong kecil2.. tapi kamu mau memotong kecil2 makananku bahkan sebelum kamu sendiri makan.. it's so sweet kak..

Lalu ada lagi.. masih dalam hal makan hehe.. kau juga sering memakan habis makananku yang tak kuhabiskan.. aku senang melihatmu makan banyak.. Tapi kau juga tak jarang memaksaku menghabiskannya.. Adil sih hehe.. Kau tahu? Katanya itu adalah salah 1 tanda kau begitu menyayangiku. Nah aku juga ingat.. (sekarang bukan hal makan) kau juga sering membersihkan kamar mandi kosku. Aku cewek yang terlalu pemalas (mungkin) dan juga cuek. Aku baru membersihkan sesuatu jika sudah disuruh bahkan dimarahi mama. Namun kulihat kemarin dengan tanpa basa basi kau membersihkan lantai kamar mandiku dengan menyikatnya. Tanpa berkata apa2 kamu membersihkannya. Semoga nanti saat sudah berumah tangga aku jauh lebih bisa mengurus pekerjaan rumah tangga. Ah aku malu padamu, kak..

Kau tahu kak? Wanita memang suka perhatian kecil seperti itu tapi mengena di hatinya. Wanita lebih suka diberikan perhatian kecil tapi sering daripada perhatian besar tapi hanya 1 kali. Karena dengan perhatian kecil yang sering wanita merasa dicintai, disayang dan dicintai sepanjang waktu. Seperti kau menyayangku, bukan? hehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUPPLY DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Di semester 7 ini, saya mendapat tugas kuliah yang spesial, benar-benar susah untuk mencari referensinya. Semua buku referensi berbahasa Inggris dan harus benar-benar dimengerti terlebih dahulu. Tugas tersebut pada mata kuliah Ekonomi Kesehatan. Alhamdulillah setelah berusaha mencari di berbagai sumber, kelompok saya bisa menyelesaikan tugas tersebut meski tidak sampai 15 hal (padahal makalah). Namun bagi saya, tidak masalah berapa jumlah halaman, yang penting isinya dapat dimengerti oleh pembaca. Sengaja sedikit saya share isi tugas saya di sini, semoga bisa menambah referensi pembaca yang kesulitan mencari bahan supply pelayanan kesehatan. Special Thanks to Ibu Thinni sebagai dosen pembimbing mata kuliah ini, teman-teman 1 kelompok Ekokes.. Zahwa, Riznha, Suloy, Arif, Nana, Ncep, Galih, Hari, dan Anggi :D Supply dalam pelayanan kesehatan adalah penyediaan pelayanan kesehatan yang disampaikan kepada individu oleh kombinasi tenaga pelayanan kesehatan (seperti dokter, perawat, tekn...

Resensi Buku River's Note

Judul Buku : River’s Note                                                            Pengarang  : Fauzan Mukrim Penerbit     : Noura Books Tebal          : xii + 255 halaman Cetakan      : Pertama, April 2012 “River, sejak kutahu kau akan lahir ke dunia, aku mencoba mengingat kembali pelajaran-pelajaran kecil, tetapi berharga, yang mungkin tercecer atau terlupa. Kutemukan semua dari hal luar biasa sampai yang sederhana. Lalu kusiapkan semua kisah ini untukmu agar kau bisa mengingatnya sebagai pelajaran hidup.   Kau akan tahu ada orang yang bisa bahagia dengan hidup yang serba kurang. Kau akan percaya ada orang yang rela m...

KOS GENTENG IJO

Setahun sudah aku di kos genteng ijo itu. Kos pertamaku di jakarta. Ah aku tak mengerti kenapa keadaan harus memaksaku pindah. Aku bukan tipe orang yang suka berdinamika alias pindah2 kos. Tapi keadaan lah yang memaksaku begini. Di kos itu hari demi hari, malam demi malam aku lalui. Banyak suka duka di kos itu bersama kakak juga. Tangis, tawa, senyum, gurat kesedihan membuatku kuat bertahan di sini dan akhirnya aku sudah merasa nyaman dengan kos genteng ijo bak rumahku sendiri. Tapi apa dayaku, aku harus pindah karena kos itu akan direnovasi. Sabtu lalu dengan setengah hati aku mencari kos baru bersama kakak. Betapa susahnya menemukan kos baru yang sesuai dengan tipeku. Satu per satu dari belakang pom depkes, belakang perbanas, sampai pedurenan masjid kami cek satu per satu. Tapi tak ada yang menarik hatiku. Hatiku memang masih tertancap di kos genteng ijo. Sampai saat kami merasa sudah putus asa. Kami memasuki kos yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari kosku genteng ijo. Jujur s...