Langsung ke konten utama

TULISAN PERTAMA DI THN 2015

Belum banyak yg kualami di hari pertama di 2015 ini. Selain aq tahajud, sahur pagi tadi. Lalu habis subuh menikmati tidur lagi. Bangun jam 7 siap2 mau nemenin kakakku sayang survei. Eh ternyata tidak jadi. Karena nanti dia capek bolak balik. Ya sudah walo sedikit kecewa aku menghibur diri saja dengan menulis dan memposting foto serta chat dgn teman.

Ngomong2 kemaren aku belum sempat menulis ttg kesan di thn 2014. Ya karena aku terlalu capek. Rasanya mata ini udah dibuat liat layar mulu. Kecuali pas tidur dan sholat. Hehe

2014 adalah tahun yg penuh dinamika bagiku. Betapa tidak begitu banyak kejutan di tahun ini tentang kita berdua. Sakitnya berjauhan, rindunya akan pertemuan, bayangan susahnya mencari dan menikmati pekerjaan, hingga pertengkaran dan khilaf mewarnai perjalanan cinta kita.

Kelam terus membayangi kita di awal. Hingga titik cerah itu semakin nampak. Kau berhasil mendapat pekerjaan. Berhasil membawa keluargamu ke sini untuk berkenalan dgn keluarga besarku.

kita pun sudah membeli cincin nikah dan persiapan lamaran yang insyaAllah dilaksanakan pada tahun 2015 ini. Berat memang dan butuh proses panjang untuk sampai pada titik ini. Hampir 2 tahun kita berjuang dari nol kak.

Lamaran dan pernikahan kita tinggal menghitung bulan kak. Jujur saja aku sudah sangat ingin. InsyaAllah lamaran bulan juli 2015 ya kak. Kemudian kita menikah pada bulan september 2015 ya kak. Beneran aku sungguh menantikan hari itu. Tetap berdoa kepada Allah kak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUPPLY DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Di semester 7 ini, saya mendapat tugas kuliah yang spesial, benar-benar susah untuk mencari referensinya. Semua buku referensi berbahasa Inggris dan harus benar-benar dimengerti terlebih dahulu. Tugas tersebut pada mata kuliah Ekonomi Kesehatan. Alhamdulillah setelah berusaha mencari di berbagai sumber, kelompok saya bisa menyelesaikan tugas tersebut meski tidak sampai 15 hal (padahal makalah). Namun bagi saya, tidak masalah berapa jumlah halaman, yang penting isinya dapat dimengerti oleh pembaca. Sengaja sedikit saya share isi tugas saya di sini, semoga bisa menambah referensi pembaca yang kesulitan mencari bahan supply pelayanan kesehatan. Special Thanks to Ibu Thinni sebagai dosen pembimbing mata kuliah ini, teman-teman 1 kelompok Ekokes.. Zahwa, Riznha, Suloy, Arif, Nana, Ncep, Galih, Hari, dan Anggi :D Supply dalam pelayanan kesehatan adalah penyediaan pelayanan kesehatan yang disampaikan kepada individu oleh kombinasi tenaga pelayanan kesehatan (seperti dokter, perawat, tekn...

Resensi Buku River's Note

Judul Buku : River’s Note                                                            Pengarang  : Fauzan Mukrim Penerbit     : Noura Books Tebal          : xii + 255 halaman Cetakan      : Pertama, April 2012 “River, sejak kutahu kau akan lahir ke dunia, aku mencoba mengingat kembali pelajaran-pelajaran kecil, tetapi berharga, yang mungkin tercecer atau terlupa. Kutemukan semua dari hal luar biasa sampai yang sederhana. Lalu kusiapkan semua kisah ini untukmu agar kau bisa mengingatnya sebagai pelajaran hidup.   Kau akan tahu ada orang yang bisa bahagia dengan hidup yang serba kurang. Kau akan percaya ada orang yang rela m...

KOS GENTENG IJO

Setahun sudah aku di kos genteng ijo itu. Kos pertamaku di jakarta. Ah aku tak mengerti kenapa keadaan harus memaksaku pindah. Aku bukan tipe orang yang suka berdinamika alias pindah2 kos. Tapi keadaan lah yang memaksaku begini. Di kos itu hari demi hari, malam demi malam aku lalui. Banyak suka duka di kos itu bersama kakak juga. Tangis, tawa, senyum, gurat kesedihan membuatku kuat bertahan di sini dan akhirnya aku sudah merasa nyaman dengan kos genteng ijo bak rumahku sendiri. Tapi apa dayaku, aku harus pindah karena kos itu akan direnovasi. Sabtu lalu dengan setengah hati aku mencari kos baru bersama kakak. Betapa susahnya menemukan kos baru yang sesuai dengan tipeku. Satu per satu dari belakang pom depkes, belakang perbanas, sampai pedurenan masjid kami cek satu per satu. Tapi tak ada yang menarik hatiku. Hatiku memang masih tertancap di kos genteng ijo. Sampai saat kami merasa sudah putus asa. Kami memasuki kos yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari kosku genteng ijo. Jujur s...