Langsung ke konten utama

Balasan Surat untuk Lelaki yang Bernama Manhaj

Aku sudah membaca surat yang kau kirimkan padaku tengah malam tadi. Terhenyak, sedih, merasa sangat bersalah dan aku benar2 tak mau membacanya lagi. Bahkan aku tak mau membuka blogmu yang ada bagian surat itu. Cukup sekali aku membacanya. Karena isinya sangat menyedihkan. Aku memang gadis yang sangat cengeng. Susah mengatur emosi, terlalu manja, dan akhirnya kaulah yang menjadi kambing hitam. Itu istilah yang kau gunakan dalam suratmu. Istilah yang membuatku merasa sangat bersalah sampai detik ini.


Maafkan aku, jika kecengenganku membuatmu terpenjara dan tak bisa bersikap apa adanya. Bahkan membuatmu seperti boneka atau mainanku. Lagi2 itu istilah menohok yang kau gunakan dalam suratmu. Kau sukses membuatku merasa menjadi wanita yang paling jahat sedunia. Aku bahkan tak kuasa mengobral kata lagi. Sedari tadi malam sampai aku menulis surat ini aku hanya banyak diam di istana kecilku. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak, dan aku tak banyak melakukan apa2. Bahkan kau tahu sendiri, aku tak punya daya untuk banyak berkata2 saat menelponmu kemarin ataupun mengirimimu sms pagi ini. 


Surat yang kau kirimkan padaku memang benar sekali adanya, seperti di bilangan fakta yang terjadi semenjak kita dekat, sehingga aku sungguh2 menginstropeksi diriku sendiri sejak tadi malam. Sudah kukirimkan berpuluh sms untuk meminta maaf padamu dan kau pun sudah membacanya pagi tadi. Tertulis janjiku berkali2 untuk tidak membuatmu merasa seperti kambing hitam, boneka atau mainanku lagi (jikalau kau memang benar merasa seperti itu). 


Kumohon kau mempercayaiku dan memberiku kesempatan untuk merubah sikapku perlahan. Untuk tidak gampang menangis lagi dan tidak badmood lagi serta mengatur emosiku lagi. Mungkin sudah puluhan kali kau mendengar ku berjanji seperti ini. Tapi aku memang masih berusaha, dan akan terus berusaha sampai kapanpun. Maka dari itu jangan pernah kau pergi meninggalkanku. Tetaplah menjadi Manhaj-ku yang kucinta. Aku sangat menyayangimu apa adanya. Meskipun kau tahu aku sering menangis karena becandaanmu, tingkah usilmu, kekakuanmu, ataupun saat kau sedang sensitif. 


Aku tahu.. tahu sekali kau selalu menyayangiku dan tak pernah benar2 marah padaku. Seringkali aku menangis di depanmu karena yang tampak di mataku dan yang terdengar di telingaku adalah kemarahanmu. Namun, apakah kau tahu? Aku, gadismu takkan pernah berhenti mencintaimu dan menyayangimu hanya karena kita sedang bertengkar, marah atau benci. 


Semoga kau memaafkanku, menerimaku dan semua akan baik2 saja seperti sedia kala. Salam sayang untukmu, lelakiku.



Di pagi yang hening ini
Semoga surat ini segera sampai di tanganmu
untuk kau baca dengan sepenuh hati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUPPLY DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Di semester 7 ini, saya mendapat tugas kuliah yang spesial, benar-benar susah untuk mencari referensinya. Semua buku referensi berbahasa Inggris dan harus benar-benar dimengerti terlebih dahulu. Tugas tersebut pada mata kuliah Ekonomi Kesehatan. Alhamdulillah setelah berusaha mencari di berbagai sumber, kelompok saya bisa menyelesaikan tugas tersebut meski tidak sampai 15 hal (padahal makalah). Namun bagi saya, tidak masalah berapa jumlah halaman, yang penting isinya dapat dimengerti oleh pembaca. Sengaja sedikit saya share isi tugas saya di sini, semoga bisa menambah referensi pembaca yang kesulitan mencari bahan supply pelayanan kesehatan. Special Thanks to Ibu Thinni sebagai dosen pembimbing mata kuliah ini, teman-teman 1 kelompok Ekokes.. Zahwa, Riznha, Suloy, Arif, Nana, Ncep, Galih, Hari, dan Anggi :D Supply dalam pelayanan kesehatan adalah penyediaan pelayanan kesehatan yang disampaikan kepada individu oleh kombinasi tenaga pelayanan kesehatan (seperti dokter, perawat, tekn...

KOS GENTENG IJO

Setahun sudah aku di kos genteng ijo itu. Kos pertamaku di jakarta. Ah aku tak mengerti kenapa keadaan harus memaksaku pindah. Aku bukan tipe orang yang suka berdinamika alias pindah2 kos. Tapi keadaan lah yang memaksaku begini. Di kos itu hari demi hari, malam demi malam aku lalui. Banyak suka duka di kos itu bersama kakak juga. Tangis, tawa, senyum, gurat kesedihan membuatku kuat bertahan di sini dan akhirnya aku sudah merasa nyaman dengan kos genteng ijo bak rumahku sendiri. Tapi apa dayaku, aku harus pindah karena kos itu akan direnovasi. Sabtu lalu dengan setengah hati aku mencari kos baru bersama kakak. Betapa susahnya menemukan kos baru yang sesuai dengan tipeku. Satu per satu dari belakang pom depkes, belakang perbanas, sampai pedurenan masjid kami cek satu per satu. Tapi tak ada yang menarik hatiku. Hatiku memang masih tertancap di kos genteng ijo. Sampai saat kami merasa sudah putus asa. Kami memasuki kos yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari kosku genteng ijo. Jujur s...

Resensi Buku River's Note

Judul Buku : River’s Note                                                            Pengarang  : Fauzan Mukrim Penerbit     : Noura Books Tebal          : xii + 255 halaman Cetakan      : Pertama, April 2012 “River, sejak kutahu kau akan lahir ke dunia, aku mencoba mengingat kembali pelajaran-pelajaran kecil, tetapi berharga, yang mungkin tercecer atau terlupa. Kutemukan semua dari hal luar biasa sampai yang sederhana. Lalu kusiapkan semua kisah ini untukmu agar kau bisa mengingatnya sebagai pelajaran hidup.   Kau akan tahu ada orang yang bisa bahagia dengan hidup yang serba kurang. Kau akan percaya ada orang yang rela m...